Berawal dari niat membantu sahabat dalam pendanaan sebuah produksi film di tahun 2004, PT. Investasi Film Indonesia (IFI) didirikan oleh Adiyanto Sumarjono dan Madiyan Sahdianto.
Pendanaan film perdana oleh IFI dimulai dengan film berjudul Banyu Biru (Salto Film, 2004), dimana IFI menanggung 85% dari total dana sebesar Rp. 4 Milyar pada produksi film tersebut.
Setelah Banyu Biru, Alexandria (Rexinema, 2005) adalah film berikutnya yang mendapat sokongan dari IFI, yang merupakan salah satu film sukses di Indonesia dengan biaya produksi sekitar Rp. 3,5 Milyar dan ditonton oleh hampir 1 juta orang.
Akan tetapi keuntungan tak selalu berpihak pada IFI, ketika mendanai film Untuk Rena (Miles, 2005) dan Garasi (Miles, 2006), IFI mengalami kerugian yang cukup besar sehingga mengakibatkan beberapa investor menahan diri untuk berinvestasi di film.
Pengalaman rugi bekerja sama dengan produser lain mendorong IFI untuk memproduksi film sendiri. Mulai 2007, muncullah film yang diproduseri oleh IFI sendiri yaitu Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani (2008), Coblos Cinta (2008), 3 Doa 3 Cinta (2008) dan Serigala Terakhir (2009). Dari film-film ini IFI telah memperoleh puluhan nominasi dan penghargaan dari berbagai ajang festival baik di dalam maupun luar negeri dan mendapatkan kepercayaan kembali dari para investor untuk menanamkan modal di film-film yang diproduksi oleh IFI.
Komitmen IFI adalah mendanai film-film nasional dengan fokus utama pada film yang dibuat oleh sutradara baru yang berbakat. Selain mendanai film nasional, IFI juga memproduksi filmnya sendiri dimana produksinya dikerjakan oleh tenaga-tenaga profesional dan terampil dibidangnya.
Pendanaan film perdana oleh IFI dimulai dengan film berjudul Banyu Biru (Salto Film, 2004), dimana IFI menanggung 85% dari total dana sebesar Rp. 4 Milyar pada produksi film tersebut.
Setelah Banyu Biru, Alexandria (Rexinema, 2005) adalah film berikutnya yang mendapat sokongan dari IFI, yang merupakan salah satu film sukses di Indonesia dengan biaya produksi sekitar Rp. 3,5 Milyar dan ditonton oleh hampir 1 juta orang.
Akan tetapi keuntungan tak selalu berpihak pada IFI, ketika mendanai film Untuk Rena (Miles, 2005) dan Garasi (Miles, 2006), IFI mengalami kerugian yang cukup besar sehingga mengakibatkan beberapa investor menahan diri untuk berinvestasi di film.
Pengalaman rugi bekerja sama dengan produser lain mendorong IFI untuk memproduksi film sendiri. Mulai 2007, muncullah film yang diproduseri oleh IFI sendiri yaitu Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani (2008), Coblos Cinta (2008), 3 Doa 3 Cinta (2008) dan Serigala Terakhir (2009). Dari film-film ini IFI telah memperoleh puluhan nominasi dan penghargaan dari berbagai ajang festival baik di dalam maupun luar negeri dan mendapatkan kepercayaan kembali dari para investor untuk menanamkan modal di film-film yang diproduksi oleh IFI.
Komitmen IFI adalah mendanai film-film nasional dengan fokus utama pada film yang dibuat oleh sutradara baru yang berbakat. Selain mendanai film nasional, IFI juga memproduksi filmnya sendiri dimana produksinya dikerjakan oleh tenaga-tenaga profesional dan terampil dibidangnya.