Menanam Modal di Produser Film Pilihan Investasi Menarik

investment2Uang, jika disimpan saja di rumah, jelas tak menguntungkan. Uang akan tergerogoti inflasi yang sekaligus mengurangi nilai uang. Karena itu masyarakat dunia memilih menyimpan uangnya di tempat yang memberi keuntungan, setidaknya di jenis investasi yang membuat nilai uang tidak tergerogoti oleh inflasi. 
Deposito atau tabungan, adalah pilihan umum di dunia untuk menyimpan uang. Relatif paling aman. Masih menguntungkan tetapi jelas bukan paling menguntungkan dibandingkan dengan banyak jenis investasi lainnya.
Selain tabungan dan deposito, ada banyak pilihan investasi seperti saham, obligasi dan reksadana. Secara empiris, investasi dalam bentuk saham, obligasi dan reksadana cukup menguntungkan dibandingkan dengan menyimpan uang dalam bentuk tabungan dan deposito.
Sebenarnya ada lagi yang lebih menguntungkan, yakni menanamkan modal di perusahaan. Namun menurut Karima Begag dari Internet Gold Mentor, investasi yang paling menguntungkan di dunia ini adalah bermain valuta asing (valas). Untungnya bisa mencapai maksimum 50 kali lipat dari yang kita tanamkan.
Namun jangan lupa, di dalam investasi, ada istilah, high return high risk. Investasi yang menguntungkan juga sekaligus mengandung risiko yang tinggi.
Karena itu, orang awam biasanya menunjuk seorang manajer keuangan (fund manager) untuk mengelola uangnya. Manajer itu sekaligus sebagai pemberi keterangan, pemberi informasi soal risiko dan sekaligus pengelola keuangan, yang berupaya membuat kita terhindar dari risiko, sebisa mungkin.
Di Indonesia, kini ada lagi alternatif investasi, yakni menanam modal di perusahaan pembuat film. Investasi di bidang ini, secara empiris, juga memperlihatkan keuntungan yang tidak kecil.
Ingat film Titanic? Ini adalah film buatan 1997 yang paling meraup untung terbanyak sepanjang sejarah. Dengan modal 200 juta dollar AS, film ini mampu meraih pendapatan sekitar 1,83 miliar dollar AS. Artinya, dari modal yang ditanamkan, keuntungannya mencapai 9 kali lipat.
Kalau mau contoh lagi, ingatlah film berjudul E.T buatan 1992. Modalnya hanya 10 juta dollar AS tetapi mampu meraih pendapatan 701 juta dollar AS, atau kurang lebih 70 kali dari modal yang ditanamkan.
Jangan lupa pula, film adalah salah satu jenis hiburan yang paling banyak ditonton di dunia ini. Karena itu industri film adalah salah satu industri jasa yang paling menggiurkan di dunia, termasuk juga di Indonesia, dari segi bisnis. Maka muncul instilah Hollywood, Bollywood dan lainnya di dunia ini.
Hiburan, termasuk film sebagai bagian dari hiburan, adalah salah satu jenis konsumen yang digunakan manusia mulai dari kalangan bawah sampai atas, dari yang muda sampai yang paling tua sekalipun. Artinya, hiburan adalah bisnis tersendiri yang eksis dan tergolong paling besar pasarnya.
Dengan contoh film Titanic, E.T, Starwars dan bayak lagi film box office lainnya seperti Jurassic Park (1993), Independence Day (1996), Lion King (1994), sekaligus menunjukkan bahwa film adalah bisnis yang tak kalah menguntungkan dari jenis investasi lainnya.
Karena itu, keberadaan perusahaan yang mau menampung dana dari masyarakat untuk modal pembuatan film, juga merupakan alternatif investasi yang menarik untuk dijajaki.
Hal yang perlu dicermati adalah, apakah perusahaan tersebut bonafide, atau punya etika bisnis yang baik, atau menghargai hukum. Juga perlu dicermati, apakah perusahaan itu memiliki sutradara unggulan, atau juga memiliki aktor atau aktris pujaan, yang selalu relatif mampu menarik pemirsa untuk menonton filmnya.
Yang paling mendasar adalah, apakah perusahaan itu punya manajemen yang baik. Hal lain yag lebih penting adalah soal bagi hasil. Jika untung 10 kali lipat, apakah kita juga mendapatkan untung 10 kali lipat. Namun bagi mereka yang berminat menanamkan modalnya di perusahaan pembuat film adalah, jangan lupa bahwa risiko kerugian selalu ada juga, yakni risiko kegagagalan penjualan dari sebuah film.
Namun demikian, jangan dilupakan juga bahwa di Indonesia juga pernah bermunculan nama-nama film atau sinetron yang meraup banyak untung ,seperti film berjudul Ada Apa Dengan Cinta, Cinta Dalam Sepotong Roti, Daun Di Atas Bantal, Petualangan Sherina. (AM).



 

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home2/ificoid/public_html/id/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99
Film

Serigala Terakhir

Kisah persahabatan lima anak manusia

3 Doa 3 Cinta

Bercerita  tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid

Coblos Cinta

Komedi parodi di kampus tentang persaingan dua kandidat

Radit dan Jani

Dua manusia yang menemukan cinta sejati

Berita

"3 Doa 3 Cinta" diputar di TV Malaysia

Ditayangkan perdana di TV Malaysia Astro

Radit dan Jani serta Coblos Cinta diputar di RCTI

Film Radit dan Jani serta Coblos Cinta tayang di RCTI

'Serigala Terakhir' Pays Homage to Hong Kong Cinema

Indonesian movie uses classic Hong Kong cinema elements in a local setting



Jaringan



facebook-48 twitter-48