Interview

Adiyanto Sumarjono

E-mail Print PDF


Saatnya produser film berkonsentrasi pada produksi, Kehadiran PT Investasi Film Indonesia (PT IFI) mulai akrab di dunia perfilman Indonesia ketika ia pada tahun 2002 mendanai hampir 85% dari total modal lebih dari Rp 5 miliar dalam produksi film Banyu Biru garapan Teddy Soeriaatmadja produksi Salto Film. IFI makin berkibar setelah juga ikut mengongkosi film Untuk Rena produksi Miles garapan Riri Reza, Alexandria (2005) produksi Rexinema, Garasi (2006) produksi Miles Film, disutradarai Agung Sentausa, dan Berbagi Suami (2006) garapan Nia Dinata. Apa dan bagaimana kiprah IFI dalam dunia perfilman Indonesia? Berikut petikan obrolan dengan Adiyanto Sumarjono, Direktur Pengelola IFI yang master hukum lulusan University of California at Berkeley, AS. READ MORE

 

Last Updated ( Monday, 28 December 2009 03:13 )
 

Madiyan Sahdianto

E-mail Print PDF


MadiyanSahdianto

Sebagai Eksekutif Produser nama Madiyan Sahdianto sudah tak asing di dengar. di dunia perfilmnan Indonesia, sebut saja Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani (2007),  Coblos Cinta (2008), 3 Doa 3 Cinta (2008) dan Serigala Terakhir (2009). adalah merupakan hasil kerja kerasnya. Berikut petikan wawancaranya : READ MORE

 

Last Updated ( Thursday, 17 December 2009 10:02 )
 

Upi

E-mail Print PDF
Upi

upi_w200

Panas matahari, debu, dan asap mobil terbakar dapat dilihat dan dirasakan oleh para warga Tanjung Priuk Jakarta saat itu. Nampak 4 pemuda dengan badan besarnya penuh debu dan keringat yang ditemani seorang wanita berkacamata, dan puluhan orang lainnya yang sibuk dengan alat kerjanya masing-masing. Tepat dibawah jembatan tol Plumpang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara  itulah sekilas suasana saat syuting film terbaru dari Upi Avianto, Serigala Terakhir, sutradara yang pernah membesut 30 Hari Mencari Cinta (2004), Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006,) Perempuan Punya Cerita (2007), dan Radit dan Jani (2008).. READ MORE

 

Last Updated ( Monday, 28 December 2009 03:01 )
 

Mira Lesmana

E-mail Print PDF


Sore itu, janji ketemuan dengan Mira Lesmana, produser yang juga sesekali berperan sebagai sutradara dan penulis cerita film ini, terlaksana juga. “Satu jam ngobrolnya cukup kan ya,” tanyanya via SMS ke selular saya.
Setiba di Miles Productions yang beralamat di bilangan, Jakarta Selatan, saya cuma menunggu sebentar. Tak lama kemudian, saya dipersilakan mbak Dewi, asistennya untuk naik ke lantai dua. “Yuk, ke ruangan saya saja,” ajak ibu dari Galih Galinggis dan Kafka Keandre yang akrab disapa Miles, kelahiran Jakarta, 8 Agustus 1964 ini mengajak saya. Dengan rambut ikal sedikit semburat warna merah tembaga di beberapa bagian, sore itu, Mira lebih terlihat santai ketimbang sibuk. Selanjutnya, obrolan dengan lulusan SMA di Ecolle International Independent, Sydney ini pun bergulir. READ MORE

 

Last Updated ( Monday, 28 December 2009 03:00 )
 

Nia Dinata

E-mail Print PDF


Cantik, sutradara Nia Dinata merajut tiga cerita yang berbeda tentang tiga potret kehidupan wanita yang mengalami nasib, berbagi cinta dengan wanita lain karena suaminya menikah lagi. Adalah Salma (Jajang C Noer yang tampil elegan, meski tatto tersembul di pergelangan tangannya membuat kita tak yakin bahwa ia seorang ginekolog dan muslimah yang taat). Di film ini Jajang berperan sebagai istri Pak Haji (El Manik yang tampil apik), seorang tokoh kaya-raya dengan rumah mewah yang sedang mencalonkan diri jadi caleg. Berputrakan satu orang, Nadim (diperankan Winky Wiryawan), Salma menemukan kenyataan pahit tentang hidup perkawinannya di sebuah peresmian perumahan mewah milik suaminya. Tiba-tiba lampu mati. Acara peresmian perumahan Salma Lestari gelap gulita. Pembicaraan basa-basi antara Indri (Nungky Kusumastuti), pemenang undian perumahan, dan Salma (Jajang C Noer), istri Pak Haji pemilik perumahan, terhenti. Begitu listrik menyala, anak perempuan Indri sudah berada di gendongan Pak Haji (El Manik). “Abah..! Ica mau ke Abah. Salma tertegun. Inilah jawaban dari kecurigaannya. Adegan ini menjadi sebuah ramuan dari Berbagi Suami, film terbaru karya Kalyana Shira Films yang dimotori Nia Dinata, perempuan kelahiran Jakarta, 4 Maret 1970 ini. READ MORE

 

Last Updated ( Monday, 28 December 2009 02:38 )
 

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home2/ificoid/public_html/id/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99
Film

Serigala Terakhir

Kisah persahabatan lima anak manusia

3 Doa 3 Cinta

Bercerita  tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid

Coblos Cinta

Komedi parodi di kampus tentang persaingan dua kandidat

Radit dan Jani

Dua manusia yang menemukan cinta sejati

Berita

"3 Doa 3 Cinta" diputar di TV Malaysia

Ditayangkan perdana di TV Malaysia Astro

Radit dan Jani serta Coblos Cinta diputar di RCTI

Film Radit dan Jani serta Coblos Cinta tayang di RCTI

'Serigala Terakhir' Pays Homage to Hong Kong Cinema

Indonesian movie uses classic Hong Kong cinema elements in a local setting



Jaringan



facebook-48 twitter-48