Madiyan Sahdianto

E-mail Print PDF

MadiyanSahdianto

Sebagai Eksekutif Produser nama Madiyan Sahdianto sudah tak asing di dengar. di dunia perfilman Indonesia, sebut saja Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani (2008),  Coblos Cinta (2008), 3 Doa 3 Cinta (2008) dan Serigala Terakhir (2009). adalah merupakan hasil kerja kerasnya. Berikut petikan wawancaranya :

Bagaimana awalnya Bapak bisa tertarik untuk menjadi salah satu pemodal/eksekutif produser di IFI?

Saya bertemu dengan Adiyanto Sumarjono dan setelah beberapa kali ketemu dan ngobrol, saya jadi tertarik untuk menjadi salah satu investor sekaligus partner di IFI. Saya tertarik untuk menjadi investor setelah saya pelajari jalan ceritanya, siapa saja pemainnya, sutradaranya dan tentu saja budget dari film tersebut.

Sebagai seorang pengusaha, kenapa memilih investasi film, kenapa bukan yang lain seperti properti atau saham, bukankah investasi film sangat berisiko?

Setiap jenis investasi pasti ada resikonya. Tapi saya melakukan investasi tidak hanya semata karena alasan keuntungan tapi ada alasan lain yang lebih penting. Menurut saya sekarang industri film nasional sedang berkembang dengan pesat. Kalau kita ke bioskop, sebagian besar layar sekarang diisi oleh film nasional. Industri film adalah industri kreatif yang melibatkan banyak tenaga muda dan berbakat dan juga menyerap cukup banyak tenaga kerja. Contohnya di film Serigala Terakhir ada lebih dari seribu orang yang terlibat dalam produksinya dan sebagian besar dari mereka adalah anak anak muda yang kreatif. Jadi saya berharap dengan berinvestasi di film nasional saya bisa mendorong kemajuan dan mutu film nasional karena suatu film yang berkualitas selain harus didukung oleh sumber daya manusia atau SDM yang berbakat dan profesional, harus juga didukung dari segi pendanaan.

Apa yang menjadi tantangan lain dalam menggeluti usaha ini?

Sejak 2007, bisnis IFI mengalami pergeseran. Tak hanya menjadi lembaga pembiayaan saja, tapi IFI mulai memproduksi film sendiri. Ketika sebelumnya IFI mendanai film Untuk Rena (Miles, 2005) dan Garasi (Miles, 2006), IFI mengalami kerugian yang cukup besar, menyebabkan beberapa investor IFI mengundurkan diri. Butuh waktu cukup lama dan upaya keras bagi saya dan Adi  Sumarjono untuk mengembalikan kepercayaan para investor.  Namun saat ini sudah ada sekitar 20 investor yang mempercayakan investasinya kepada IFI. Berbeda dengan rumah produksi pada umumnya, di IFI rekrutment orang dilakukan sesuai proyek yang ada. Karyawan tetapnya hanya 15 orang. Tak ada investasi pada alat. Dengan cara ini overhead cost tidak besar.

Bisnis model seperti apa yang menurut Bapak paling efektif?

Pertama, naskah yang kuat sudah merupakan satu keharusan, 80% keberhasilan suatu film tergantung pada skenarionya. Kedua, anggaran produksi film dari pre hingga post production berkisar antara Rp. 3 - 4 Milyar.  Ini belum termasuk biaya promosi dan distribusi yang besarnya bisa mencapai lebih dari Rp. 1 Milyar.  Ketiga, waktu syuting tidak bisa lebih dari 20 hari. Saya banyak terlibat dan mengambil keputusan di pre-production Tapi setelah masuk produksi itu sudah teritori sutradara. Kami juga telah membuktikan bahwa meski ber-budget rendah, film-film produksi IFI tetap bisa berkualitas dan bahkan memperoleh penghargaan.

Penghargaan apa saja yang telah IFI peroleh?

Pada Festival Film Indonesia 2008, 3 Doa 3 Cinta memperoleh tujuh nominasi termasuk film terbaik. Yoga Pratama mendapatkan Pemeran Pembantu Terbaik. Sementara itu Radit dan Jani mendapatkan enam nominasi. Pemeran pria terbaik dimenangi Vino G. Bastian yang memerankan Radit dan pemeran wanita terbaik diraih Fahrani yang memerankan Jani. Di Indonesia Movie Awards (IMA), Radit dan Jani juga meraih beberapa penghargaan antara lain untuk Pasangan Terbaik. Sedangkan Serigala Terakhir memperoleh empat nominasi pada Festival Film Indonesia 2009.


Last Updated ( Monday, 28 December 2009 02:46 )  

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home2/ificoid/public_html/id/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99
Film

Serigala Terakhir

Kisah persahabatan lima anak manusia

3 Doa 3 Cinta

Bercerita  tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid

Coblos Cinta

Komedi parodi di kampus tentang persaingan dua kandidat

Radit dan Jani

Dua manusia yang menemukan cinta sejati

Berita

"3 Doa 3 Cinta" diputar di TV Malaysia

Ditayangkan perdana di TV Malaysia Astro

Radit dan Jani serta Coblos Cinta diputar di RCTI

Film Radit dan Jani serta Coblos Cinta tayang di RCTI

'Serigala Terakhir' Pays Homage to Hong Kong Cinema

Indonesian movie uses classic Hong Kong cinema elements in a local setting



Jaringan



facebook-48 twitter-48