Panas matahari, debu, dan asap mobil terbakar dapat dilihat dan dirasakan oleh para warga Tanjung Priuk Jakarta saat itu. Nampak 4 pemuda dengan badan besarnya penuh debu dan keringat yang ditemani seorang wanita berkacamata, dan puluhan orang lainnya yang sibuk dengan alat kerjanya masing-masing. Tepat dibawah jembatan tol Plumpang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara itulah sekilas suasana saat syuting film terbaru dari Upi, Serigala Terakhir, sutradara yang pernah membesut 30 Hari Mencari Cinta (2004), Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006,) Perempuan Punya Cerita (2007), dan Radit dan Jani (2008).
Saat itu terlihat keseriusan para pemain dan kru saat take adegan tawuran yang turut menghadirkan sekitar 250 figuran yang memenuhi lokasi syuting saat itu. “Saya menyebutnya Gangster Movie,” kata Upi, menjelaskan film yang dibintangi Vino G.Bastian (Jarot), Fathir Muchtar (Ale), Reza Pahlevi (Fatir), Dallas Pratama (Jago), Dion Wiyoko (Lukman), dan Ali Syakieb (Sadat). Saat itu disela-sela break lunch, dibalik monitornya Upi menjelaskan film ini menceritakan tentang suatu genk, dimana didalamnya ada sebuah jalinan persahabatan, kesetiaan, dan kehormatan.
“Dulu saya nggak kepikiran membuat film dengan adegan fighting, tembak-tembakan atau action lainnya. Saya juga takut kalau syuting dengan crowd yang banyak,” ujar Upi yang mengaku film ini terinspirasi dari pemberitaan di media massa tentang kejahatan yang tidak pernah bisa teratasi dengan tuntas. “Saya memang sudah merasa nyaman di drama dan komedi, tapi di film ini saya ingin menantang diri saya sendiri, ketakutan-ketakutan harus dilawan,” tambahnya.
Sebenarnya ketakutan Upi hanya sebatas karena ini adalah suatu hal baru, ditambah rasa kurang percaya dirinya yang untuk syuting dengan adegan fighting. “Sebelum adegan berlangsung biasanya saya sudah stress duluan, tapi sekarang ketika dijalanin malah excited banget, karena dulu saya belum pernah syuting dengan adegan lebih banyak action-nya seperti di film ini. Dan menurut saya syuting dengan adegan fighting itu harus punya keahlian tersendiri, harus tahu angle yang bagus agar pukulannya terlihat realistis,” jelas Upi yang mengaku lebih nyaman membuat film dengan ide ceritanya sendiri.
Setelah menjalani syuting film yang tidak tanggung-tanggung turut menghadirkan band legendaris God Bless sebagai pengisi soundtrack-nya, Upi merasa ketagihan untuk membuat film full action. “Next-nya di film saya mau ada adegan-adegan yang lebih dahsyat seperti ada mobil yang terbalik atau ledakan-ledakan yang seru,” ujar Upi menutup pembicaraan.
Saat itu terlihat keseriusan para pemain dan kru saat take adegan tawuran yang turut menghadirkan sekitar 250 figuran yang memenuhi lokasi syuting saat itu. “Saya menyebutnya Gangster Movie,” kata Upi, menjelaskan film yang dibintangi Vino G.Bastian (Jarot), Fathir Muchtar (Ale), Reza Pahlevi (Fatir), Dallas Pratama (Jago), Dion Wiyoko (Lukman), dan Ali Syakieb (Sadat). Saat itu disela-sela break lunch, dibalik monitornya Upi menjelaskan film ini menceritakan tentang suatu genk, dimana didalamnya ada sebuah jalinan persahabatan, kesetiaan, dan kehormatan.
“Dulu saya nggak kepikiran membuat film dengan adegan fighting, tembak-tembakan atau action lainnya. Saya juga takut kalau syuting dengan crowd yang banyak,” ujar Upi yang mengaku film ini terinspirasi dari pemberitaan di media massa tentang kejahatan yang tidak pernah bisa teratasi dengan tuntas. “Saya memang sudah merasa nyaman di drama dan komedi, tapi di film ini saya ingin menantang diri saya sendiri, ketakutan-ketakutan harus dilawan,” tambahnya.
Sebenarnya ketakutan Upi hanya sebatas karena ini adalah suatu hal baru, ditambah rasa kurang percaya dirinya yang untuk syuting dengan adegan fighting. “Sebelum adegan berlangsung biasanya saya sudah stress duluan, tapi sekarang ketika dijalanin malah excited banget, karena dulu saya belum pernah syuting dengan adegan lebih banyak action-nya seperti di film ini. Dan menurut saya syuting dengan adegan fighting itu harus punya keahlian tersendiri, harus tahu angle yang bagus agar pukulannya terlihat realistis,” jelas Upi yang mengaku lebih nyaman membuat film dengan ide ceritanya sendiri.
Setelah menjalani syuting film yang tidak tanggung-tanggung turut menghadirkan band legendaris God Bless sebagai pengisi soundtrack-nya, Upi merasa ketagihan untuk membuat film full action. “Next-nya di film saya mau ada adegan-adegan yang lebih dahsyat seperti ada mobil yang terbalik atau ledakan-ledakan yang seru,” ujar Upi menutup pembicaraan.
(Sumber: 21cineplex.com)


