Hidup Santai

Blog Informasi Terbaru

Kubah Masjid Klasik yang ada di Eropa

Seiring waktu berlalu, bangunan menjadi lebih rumit dan lebih rinci. Beberapa peradaban yang tumbuh dari batu dan lumpur turut memperkaya ragam bentuk Arsitektur kubah masjid Klasik, misalnya candi dan kuburan orang-orang Mesir. Bentuk-bentuk arsitektur klasik masih eksis hingga saat ini dan diadopsi dalam bangunan-bangunan modern. Pilar-pilar besar, bentuk lengkung di atas pintu, atap kubah, dsb adalah sebagian ciri Arsitektur Klasik. Ornamen-ornamen ukiran yang rumit dan detail juga kerap menghiasi gedung-gedung yang dibangun di masa sekarang. Pada periode ini tingkat peradaban dan teknologinya sudah lebih tinggi dari Yunani. Namun demikian bentuk dasar arsitekturnya tetap mengambil beberapa bentuk dari arsitektur klasik Yunani. Apabila periode Yunani memiliki kuil Partheon, maka periode Romawi memiliki kuil Pantheon sebagai simbol yang terkenal.

Penggunaan teknologi pembuatan busur dengan struktur batu yang ditumpuk, baik pada bukaan (pintu, jendela) maupun pada bagian “kepala” bangunan. Busur yang diaplikasikan untuk membuat penutup bagian atas bangunan biasa disebut struktur kubah monolit atau kubah masjid klasik. Pembuatannya adalah dengan menggeser batu sedikit demi sedikit sehingga menghasilkan kemiringan. Kuil Pantheon memiliki lubang pada puncak kubah sebagai sarana memasukkan cahaya dari atas. Dapat dikatakan bahwa teknologi penerangan Romawi sudah lebih maju dibanding Yunani. Hal ini dipengaruhi juga oleh faktor kepercayaan. Seiring dengan peredaran matahari, suasana dalam interior diibaratkan sebagai “rotunda yang berputar siang dan malam, bagaikan nirwana.” Struktur busur batu juga digunakan dalam pembuatan gerbang. Orang Romawi sering membuat gerbang besar di perbatasan yang menuju wilayah yang telah ditaklukkannya, sebagai perlambang kemenangan dan kejayaan.

Adanya variasi kolom yang lebih estetis dari periode Yunani. Sudah dijelaskan sebelumnya. Kolom mulai menempel pada dinding, tidak terpisah seperti pada bangunan Yunani. Dua langgam klasik diatas adalah cikal bakal (pakem) aliran klasik yang terus berkembang sampai kapanpun. Hingga saat ini aliran klasik masih banyak digemari oleh beberapa kalangan tertentu. Beberapa perkembangan arsitektur kubah masjid klasik terjadi seiring berjalannya waktu, beberapa pengembangan gaya arsitektur klasik diatas adalah antara lain Neo-Classicism dan Modern-Classicsm. Sampai kapanpun aliran klasik pada dunia arsitektur akan tetap diminati, karena pada dasarnya aliran klasik adalah sebuah gaya yang bercerita tentang kemapanan, kehormatan dan kemewahan.

harga karpet masjid

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

';